Posted by: seuratnana | November 6, 2009

Ouch Nasiku Ada Uletnya

Tanggal 2 Nopember 2009 pulang kerja di telpon ama Teteh mo jalan-jalan ke PVJ (Paris Van Java Mall) sekalian mo Karokean. Biasa menghilangkan penat kerjaan yang sudah mulai menumpuk.

Karena hari sudah sore banget malahan sudah mau magrib, seperti biasa sang perut mulai memainkan musik keroncongnya. Sepakat buat pergi ke salah satu restoran yang selalu kita datangi kalo ke PVJ karena makanannya yang enak banget dan harganya terjangkau.

Kalau kita datang pas weekend atau hari libur, restoran itu pasti penuh. Karena hari itu hari senin agak lengang dech, Kita dapat tempat duduk di dekat pintu biar tidak terlalu panas dan lebih nyaman buat bicara disana.

Orderan makanan seperti biasa “Kaylan sambal terasi + Udang goreng mayonaise + sapi lada hitam” ehm lapar. Tak berapa lama makanan kita sudah dateng nich, agak sedikit berbeda potongan kaylannya tapi kita sudah lapar, labrak aza.

Seperti biasanya saya makan nasi tanpa membongkar bentuk mangkoknya biar nggak acak-acakan piringku, sambil makan kita ngobrollah, tapi setelah berhenti ngobrol dan mulai memperhatikan makanan yg disantap Ouch ada yang aneh dengan nasi yang disajikan, ada satu benda berbentuk pipih, putih dan agak hitam panjang ditengahnya, kuperhatikan dan aoooow sepertinya ulet.

Yup Ulet yang ada diatas nasiku, prediksiku sich ulet itu berasal dari kaylannya dan jatuh kedalam mangkuk cetak nasi, tapi teuteup aza jijik (ini yang kedua kalinya loh, pertama kali hampir 6 bulan yang lalu atau lebih hal sama kudapatkan dari piring kaylannya).

Kupanggailkan waiternya, sedikit marah karena rasa laparku jadi hilang, kutunjukkan nasiku dan waiternya emang nampak kaget banget. Diambilnya nasi yang ada dihadapanku dan menggantinya dengan yang baru sambil mengucapkan permintaan maafnya, tapi rasa laparku sudah hilang, jadi kutolak nasinya.

Hari ini yang keduakalinya terjadi, koq bisa ya !
Tidak seperti yang pertama kali terjadi, saat itu sang supervisor atau sapalah yang berwenang memohon maaf langsung, hari ini cuman sang waiternya saja yang tahu, ehmmmm salah.

Pada saat membayar kutuliskan keberatanku di secarik kertas yang disodorkan sang kasir, Kami tak mau ribut toh mungkin itu ketidaksengajaan hanya ingin menyarankan agar restoran itu lebih bersih dan mencek makanan yang akan dihidangkan pada pelanggan.
Tapi apakah tulisan dalam kertas itu diperhatikan, mana kutahu ?
Dua kali loh begitu ?????

Ehmmmmmmmmmmmm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: