Posted by: seuratnana | May 9, 2009

FAREWEL MY FRIEND….

Kembali ingatanku ke zaman SMA dulu di SMUN 9 Bandung, Walaupun dulu terkenal dengan kampus banjir , bahakan kita punya nyanyiannya…
SMA 9 selalu tergenang
Oleh banjir yang datang dari kali yang ada di seberang.
Murid2 tertawa riang ada kesempatan untuk pulang
Guru2 tak bisa diam takut banjir sampai larut malam ..
………………..

Lucu memang sekolah sekelas negeri yang mana banyak sekali murid-muridnya datang dari kalangan borju tapi tetep banjir.

Tapi itu masa lalu.
Sekarang jadi sekolah online.
dan tentu saja nggak banjir lagi, jadi terlupakanlah lagu mars banjir….

Di SMU banyak sekali kegiatan yang kujalani.
Klub Komputer, klub Bahasa Inggris, Tae Kwon Do, DKM (PRISMAN), Degung (Gassasanga), pokoknya sibuk abis.

Tapi kali ini aku cerita tentang salah satu temannku di Prisman.
Kelas 2 pertama kali berkenalan dengan salah satu anggota PRISMAN yang jago Bahasa Inggris (bahkan kalo nggak salah pernah memenangkan juara 1 lomba pidato se Bandung pake bahasa Inggris) namanya Rinrin Migristine.

Rinrin datang dari keluarga TNI ayah ibunya bekerja sebagai instruktur di AD (kalo tdk salah). Sangat disiplin.
Pertemanan kita sampai 2009 ini lumayan dekat bareng dengan beberapa teman SMU lain Heni, dan T’ Aat kalo mungkin bisa menemukan Maria yang kabarnya hilang entah kemana dan tentu saja teman dekatku Risna, Nink, Atun, Dangdeur, dls yang masih tetep kontak.

Rinrin seorang yang sangat bersemangat sekali, tidak pernah bisa diam selalu ingin melakukan sesuatu.
Selepas SMU kontak agak berkurang walaupun dengan beberapa teman masih tetep kontak. Kudengar kabar kalo ayah Rinrin sakit dan dirawat di rumah sakit dan vonis dokter waktunya tinggal 1 bln saja. tapi tak beberapa lama kemudian kabar lain datang Ibunya meninggal, entah karena kaget atau apa tak sempat bertanya lebih lanjut.
Selang beberapa minggu sang ayahpun meninggal.

Rinrin yang selalu ceria sekarang yatim piatu, tinggal bersama adiknya di rumah peninggalan orangtua dan yang paling kusuka dia tetap semangat. Tak ada setitik keraguan akan kehidupan, menjalani kehidupan dengan tetap bersyukur atas semua yang ALLAH SWT berikan kepadanya, tidak pernah mengeluh dan tetap ceria dan semangat.

Selang beberapa lama baru kubertemu dengannya, diangkot kalo tidak salah dalam perjalanan menuju kantorku, dia nampak sedikit kuyu seperti sakit, dan katanya sedang menuju ke rumah sakit untuk chek up, karena saat itu hanya pertemuan singkat tanpa sempat ngobrol kenapa kita sudah berpisah lagi.

Semingu kemudian kita janjian ketemuan di rumah Heni karena memang rumahnya nggak terlalu jauh dari Heni disana kita banyak ngobrol selain bernostalgia dan mencoba untuk reuni kecil, dan ya baru kutahu ternyata sudah hampir setahun Rinrin mengidap sakit ginjal dan harus dicuci darah setiap 2 minggu sekali.
Ya ALLAH banyak sekali cobaan untuk temanku ini, tapi rinri tetap ceria malahan saat itu sebenarnya dia sedang kesulitan karena biaya cuci darah yang dulunya gratis dari uang pensiunan orangtuanya harus dihentikan.
Dan entah darimana datangnya kekuatan dalam dirinya yang tetap menatap masa depan dengan semangat yang membara bahkan saat itu sedang berencana membuat tulisan untuk majalah khusus bagi penderita ginjal. Subhanallah.

Tapi awal minggu diakhir April 2009 dapat kabar dari Heni kalo Rinrin sakit dan dirawat di RS Muhamadiyah. Kita janjian untuk nengok hari sabtu sore tanggal 2 Mei 2009 bareng dengan teh Aat.
Sabtu entah kenapapulang kantor aku lupa dan HP pun mati dan disaat HP menyala Heni menelpon ntah berapa kali, baru tersadar kalo hari itu kita mo nengok Rinrin, sayang aku lupa jadi yang pergi hanya Heni dan T’ Aat dan kita mo jenguk lagi besok.
Pagi hari Minggu 3 Mei 2009 Heni menelponku pagi pagi sekali menyentak tidurku dan mengabari kalo Rinrin meninggal jam 04.00 WIB di rumah sakit.
Temanku yang selalu Ceria dan bersemangat itu telah berpulang ke rahmatulloh, tidak akan merasakan sakit lagi setelah bertahun tahun berjuang menapaki hidup dengan penyakit ginjalnya.

Semoga amal Islammu diterima Allah SWT teman.

Insya Allah kita akan selalu mengingatmu sebagai seorang yang tidak pernah menyerah, semangat dan selalu ceria.

Selamat jalan…………

RINRIN MIGRISTINE
1980 – 2009
SMU Negeri 9 Bandung
IPS-1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: